kapan waktunya kita selesai dengan diri kita sendiri?
konon saat itu adalah saat detik pertama kau merasakan kesyukuran yang benar-benar jujur.
ya, hanya dengan syukur yang jujur, kau sudah selesai.
dan kau bisa lebih leluasa melangkah ke depan.
maka, saat pagi ini aku melihat kabar gembira dari pemilik hari di masa laluku, aku mengambil waktu berjam untuk akhirnya memilih menghembuaskan nafas dan menyelesaikan segala nya.
segala cerita di hari di masa lalu yang menjadi miliknya, kini sudah kembali jadi milikku. aku utuh kembali dengan hari ini dan esok.
semoga berbahagia untuk hari-hari esok yang misteri. salam untuknya yang setia menemani harimu di waktu aku tak di situ. terimakasih atas hari indah di masa lalu itu.
dan aku belajar dari Dilan yang menghabiskan waktu dengan pikirannya untuk lalu memilih bertanggungjawab dengan apa yang digenggamnya hari ini ketimbang mengejar dan hidup di bayang masa lalu bersama Milea.
tidak ada terlambat. selalu ada waktu untuk mengejar. cahaya itu masih di sana, menantimu berlari lagi setelah kekacauan pikiran selama ini.
ikhlaskan. syukuri hari ini. dan kau selesai dengan dirimu.
mari melangkah, wahai diri yang baru
mari kejar sang mimpi yang sudah setia menantimu
kabar cerita dan kenangan dari nyonya Kenanga, yang gemar bercerita tentang banyak hal
Minggu, 18 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Konmari methods (part 1)
Kemarin siang pak sugan a.k.a suami ganteng (ahahaha) bilang "besok kita rapiin kamar yuk. Tempat tidur geser ke pojok sana, lemari t...
-
YAWP! Carpe diem! Bismillah... Belajar konsisten, 1hari 1post. Mulai hari ini. Mulai dr postingan pendek dan simpel aja. Macem ini aja,...
-
Kemarin siang pak sugan a.k.a suami ganteng (ahahaha) bilang "besok kita rapiin kamar yuk. Tempat tidur geser ke pojok sana, lemari t...
-
Senin Dan nyonya pikir saatnya bergerak menentukan fokus dan mulai action. Tapi apa daya, nyonya malah ended-up ngebacain blog nyonya di ma...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar