Selasa, 22 Mei 2018

Konmari methods (part 1)

Kemarin siang pak sugan a.k.a suami ganteng (ahahaha) bilang "besok kita rapiin kamar yuk.  Tempat tidur geser ke pojok sana,  lemari tuker ke sini. Meja rias km sebelah lemari di sini". Aku pikir lg ngelindur nih bpk.  Eh taunya serius.  Bosen aja,  pengen ganti suasana katanya. 
Ah, aku jd merasa bersalah.  Biasanya aku rapiin kamar tp ya gak tiap hari. Sekali rapiin, trus ntar klo males ya didiemin aja smp muncul rajinnya.  Itu pun cm satu sisi yg dirapiin. Yg bener2 rapiin total kayaknya udah taun lalu hehehe.
Lalu tadi pagi aku bangun kesiangan.  Si bpk udah berangkat.  Aku pikir mau rapiin sendiri.  Trus inget pernah denger ttg Konmari method.  Metode berbenah dr mbak Marie Kondo asal Jepun.  Nontonin youtube masih ga nangkep esensinya.  Cm teknis lipet, nata2 gt.
Googling lg nemu website nya.  Nemu jg artikel sinopsis bukunya.  Ah,  pengenlah baca bukunya, biar manteb.  Mikir beli dimana ya.  Oia,  coba cek ipusnas ah.  Ahaaaaa.. Ada!  Alhamdulillah stok banyak.  Jd langsung pinjem & baca.
Masih banyak bab belum habis dibaca.  Aku berencana selesaikan baca dl sambil catet yg penting2.  Biar besok pagi bisa mulai berbenah.

Silahkan cek ipusnas untuk baca buku "the life changing magic of tidying up"

Besok insyaAllah aku share sinopsisnya.  Jg hasil tidying ku.

Minggu, 20 Mei 2018

1day1post

YAWP!  Carpe diem!
Bismillah... Belajar konsisten, 1hari 1post.  Mulai hari ini.  Mulai dr postingan pendek dan simpel aja.  Macem ini aja, hehehe..
Hv a nice mondaaaay...

Jumat, 18 Mei 2018

stay in reality bites


You say I only hear what i want to
You say i talk so all the time, so?

And  thought what i felt was simple,
And i thought that i dont belong,
And now that i am leaving,
Now i know that i did something wrong ‘cause i missed you
Yeah, i missed you


ahahaha...did i really miss you? 
yes, you. the one who took that song to me, years ago.
>>no komen, cut!

lagu dari Lisa Loeb yang jadi soundtrack film Reality Bites ini kuputar berulang-ulang. demi apa coba? berbondong-bondong memori tentang lagu itu memenuhi kepalaku lagi. memori yang ternyata "stay' di sini meski sudah bertahun lalu tapi diam-diam aku rindui.

stop, aku gak sedang pengen membahas itu. cukup. selesai setelah lebih 5x lagu ini berulang. aku sudah berdamai dengan masa lalu. aku sudah selesai dengan masa lalu. aku sudah memilih untuk selesai dan berdamai. bersyukur sebanyak-banyaknya dan mengambil pelajaran dari setiap kisah di masa lalu dengan lagu itu. lagu yang ternyata 17 Mei kemarin usinya sudah 24taun (https://www.lisaloeb.com/blog/2017/5/17/23rd-anniversary-of-stay-i-missed-you) 

usia yang cukup matang bagi sebuah lagu. dan hey, masi seru didengerin. pun tante Lisa mengaku gak pernah bosen nyanyiin lagu itu selama ini dan sampai sekarang. keren ya.

oia, tentang Reality Bites sendiri, film yang rilis taum 1994 itu aku belum pernah nonton. nyari di youtube jg ga nemu yang ada subtitlesnya. minimal subtitles inggris dah, tp itu pun ga ada. jadi atas nama pengakuan akan buruknya kemampuan english listening, aku menyerah. 

kayaknya sih bagus ya filmya, tentang cerita anak muda umur 20an, generasi X yang lagi abisan lulus kuliah dan bertemu realita masa 90an. pas searching2, sempet juga nemu artikel bahwa film & soundtracknya itu juga jadi sumber inspirasi Dee pas bikin novel Perahu Kertas. beneran makin penasaran sama film ini. semoga next bisa berjodoh nonton (aamiin).



tentang Elena

semalam, seorang teman membagi link tentang cerita bersambung berjudul Elena. Dimuat di laman FB mbak Elly secara kontinyu dari part 1 sampai berakhir di part 23 dengan menyisakan tanda tanya di benak pembacanya. Sungguh aku ikut ter-elena-sisasi, gimana gak, aku habiskan 2jam di tengah malam dengan backsound dengkuran suami di sampingku sambil sesekali mengelap mata yang mendadak basah dan hidung yang terasa sesak.
Sudah lama aku menolak membaca novel atau cerita islami. Aku sering merasa ceritanya terlalu jauh dari nyata, too good to be true. Rasa ini aku dapati menguat bertahun-tahun ini setelah membaca novel-novel Habiburahman el-shirazi yang kala itu tenar dengan Ayat-Ayat Cinta. Cara penokohannya terlalu hitam putih, alurnya mudah ditebak dan kurang nakal menurutku. Maka aku beralih menekuni karya Dee.
Membaca Aroma Karsa, karya mutakhir Dee itu, aku terkagum-kagum tak berkesudahan dan menobatkan Dee sebagai penulis dengan hasil riset terbaik. Sungguh imajinasi dan ilmu-ilmu baru berhamburan dari tiap lembaran bukunya. Satu sisi keriangan itu justru membawaku pada kehampaan. Rasa syukur akan hidup memang muncul di permukaan, tapi gerak lakunya seolah hanya menurutkan logika dan rasio semata. Karya yang berhenti saat halaman terakhir selesai terbaca. Apalagi? Lalu aku harus bagaimana? Sudah, sudah selesai ceritanya, mari simpan bukumu dan lanjutkan hidup
Hingga akhirnya semalam aku berkenalan dengan Elena. Ceritanya cukup complicated, tokoh, kehidupan dan hubungannya cukup menarik. Tidak semata hitam putih seperti cerita islami lain. Selipan penggalan ayat Quran dan hadist manis sekali berbaur. Terasa bukan untuk menggurui, tapi muncul dari pemahaman perjalanan Elena belajar hijrah. Aku terpesona banyak kalimat yang diam-diam memaksaku berhenti sejenak untuk memahaminya. Quotes keren muncul dalam pikiran dan dialog dengan halus tak berjarak.
Ah, benar aku ter-elena-sisasi!
Aku tak sabar menunggu novelnya terbit untuk menggenapi tanda tanya tentang kabar Elena. Juga untuk selalu menjadi pengingat, bahwa menulis adalah memberi dampak. Bukan semata enak dibaca dan membuat penasaran, tapi bagaiman pembaca akan menginterpretasikan bacaannya dan melakukan perubahan. Bukan berhenti di lembaran terakhir untuk kemudian disimpan di rak, tapi untuk membuka lembaran rencana baru akan langkah yang berbeda dan menuju perbaikan.
Berat memang, mungkin kita harus bekerjsama, Dilan. Tapi yakinlah, dengan belajar menulis dengan baik, misi itu tak lagi susah diraih.
YAWP!!

Minggu, 18 Maret 2018

selesai

kapan waktunya kita selesai dengan diri kita sendiri?
konon saat itu adalah saat detik pertama kau merasakan kesyukuran yang benar-benar jujur.
ya, hanya dengan syukur yang jujur, kau sudah selesai.
dan kau bisa lebih leluasa melangkah ke depan.

maka, saat pagi ini aku melihat kabar gembira dari pemilik hari di masa laluku, aku mengambil waktu berjam untuk akhirnya memilih menghembuaskan nafas dan menyelesaikan segala nya.
segala cerita di hari di masa lalu yang menjadi miliknya, kini sudah kembali jadi milikku. aku utuh kembali dengan hari ini dan esok.
semoga berbahagia untuk hari-hari esok yang misteri. salam untuknya yang setia menemani harimu di waktu aku tak di situ. terimakasih atas hari indah di masa lalu itu.

dan aku belajar dari Dilan yang menghabiskan waktu dengan pikirannya untuk lalu memilih bertanggungjawab dengan apa yang digenggamnya hari ini ketimbang mengejar dan hidup di bayang masa lalu bersama Milea.
tidak ada terlambat. selalu ada waktu untuk mengejar. cahaya itu masih di sana, menantimu berlari lagi setelah kekacauan pikiran selama ini.
ikhlaskan. syukuri hari ini. dan kau selesai dengan dirimu.

mari melangkah, wahai diri yang baru
mari kejar sang mimpi yang sudah setia menantimu

Minggu, 18 Februari 2018

membaca pikiran

kamu tau cara paling mudah membaca pikiran?
caranya adalah dengan diam.
ya, diam saja.
dengan diam, semua kebenaran akan terungkap, meski kadang lebih lambat.
pun dengan diam akan terasa lebih alami.
tak perlu teriakan, amarah, emosi meledak-ledak atau isak tangis.
diam saja
dan tunggu waktu yang akan menuntunmu ke kebenaran.
ah
salah

itu barusan adalah cara paling mudah mengecek kebenaran, saat kau merasa kau dibohongi
entah lah
bohong mungkin adalah dosa tertua manusia.
sejak kapan kita mulai berbohong satu sama lain
apa pula gunanya

hah, tak perlu munafik
tentu saja kebohongan tercipta saat ada nilai
nilai yang membeda-bedakan manusia
membuat masing-masing terlihat berbeda hingga ada yang igni menolaknya lalu ia berbohong.

simpel
takut dapat nilai jelek, berbohong
takut datang terlambat, berbohong
takut dianggap bodoh, berbohong, hahaha padahal dengan berbohong, nampaklah kebodohannya
takut ditinggal, berbohong

sudahlah
masih jutaa alasan lagi yang akan gampang sekali disebut untuk satu saja kebohongan

hebatnya, makin sering bohong, makin ingin menambah kebohongan lagi.
macam candu saja

bohong ke bu guru
bohong ke bapak
bohong ke nenek
bohong ke adik
bahkan tukang sampah pun bisa dibohongi

hmmmmmm
mungkin aku pun berbohong padamu tentang judul postingan ini, hahaha

Senin, 21 Agustus 2017

Just do it

😊
Nyonya kembali galau dan memilih untuk melakukan afirmasi diri.
So, just do it like there is no other choice left.
Go get it 🙌🙌

Konmari methods (part 1)

Kemarin siang pak sugan a.k.a suami ganteng (ahahaha) bilang "besok kita rapiin kamar yuk.  Tempat tidur geser ke pojok sana,  lemari t...